Rokan Hulu – Lebih kurang satu koma empat hektare Lahan gambut selesai di imas tumbang yang ada di Desa Puah, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, hangus terbakar, Kamis (12/6/2025).
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 10 Kunto Darussalam Kodim 0313/KPR Koptu Alesman melaporkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sempat menyulitkan petugas gabungan yang terdiri dari TNI Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), petugas damkar PT Raka dan PT ATMP.
"Lahan yang terbakar jenis gambut ditambah cuaca panas serta angin sepoi-sepoi,” ungkap Koptu Alesman, Jumat (13/6/2025).
Koptu Alesman menambahkan, sumber air dilokasi tersebut terbatas.
"Begitu mengetahui informasi itu kami langsung gerak cepat melakukan pemadaman api dengan menggunakan alat pemadam kebakaran 2 unit Minserter, 50 slang, Nuozel 2 buah, kendaraan roda dua 4 unit dan kendaraan roda empat 2 unit," katanya.
"Saat ini api sudah mulai padam dan petugas gabungan terus melakukan pendinginan," tambahnya.
Koptu Alesman mengatakan untuk penyebab kebakaran lahan tersebut belum diketahui pasti, namun dengan adanya kejadian ini tim gabungan semakin siaga.
'Kita belum mengetahui pasti penyebab kebakaran tersebut yang jelas lahan lebih kurang 1,4 hektare habis terbakar dan dengan kejadian ini kita akan selalu siaga," ungkapnya.
Koptu Alesman mengimbau warga untuk waspada karhutla dan jangan melakukan pembakaran lahan.
Tag :
Rokan Hulu – Lebih kurang satu koma empat hektare Lahan gambut selesai di imas tumbang yang ada di Desa Puah, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, hangus terbakar, Kamis (12/6/2025).
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 10 Kunto Darussalam Kodim 0313/KPR Koptu Alesman melaporkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sempat menyulitkan petugas gabungan yang terdiri dari TNI Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), petugas damkar PT Raka dan PT ATMP.
Jembatan Cindur-RBS, Hadiah dari Batam untuk Warga Dua Rokan
BATAM – Senyum sumringah terpancar dari wajah Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, dan Bupati Rokan Hilir, Bistamam, saat keduanya meletakkan pena usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) di sela-sela hiruk pikuk Rakernas APKASI di Kota Batam, Senin (19/1/2026). Di balik selembar kertas itu, tersimpan harapan besar ribuan warga yang selama ini