CHAT Via WhatsApp

Dilihat : 88 kali

BENGKALIS – Desa Pengkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, dinobatkan sebagai juara pertama dalam penilaian Indeks Desa Membangun (IDM) 2024 tingkat Provinsi Riau. Penghargaan ini dianggap sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan desa dalam mendorong pembangunan berbasis partisipasi masyarakat dan pelayanan publik.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Pengkalan Batang Barat, Marvin Samudera, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja sama yang solid antara pemerintah desa dan masyarakat.

"Ini adalah hasil dari kerja sama yang baik antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menjalankan program-program pembangunan desa," ujarnya, dikutip dari pekanbarupos.co, Rabu (16/4/2025).

Marvin menjelaskan bahwa IDM mengukur kemajuan desa melalui indikator kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan infrastruktur. “Dengan pencapaian sebagai Desa Mandiri, kami semakin termotivasi untuk meningkatkan pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.

Namun, capaian sebagai Desa Mandiri justru memunculkan tanda tanya dari sebagian kalangan, terutama terkait indikator ekonomi yang menjadi salah satu komponen utama dalam penilaian IDM. Salah satu sorotan utama adalah lambannya realisasi kegiatan yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2024 dalam program ketahanan pangan nabati dan hewani,

 khususnya pada sektor budidaya ayam pedaging. Padahal, program ini merupakan salah satu indikator penting dalam sektor ekonomi produktif desa.

Menanggapi ini, Ketua DPD LSM KPK Bengkalis,

 Jumadi, menilai bahwa progres pelaksanaan program tersebut masih jauh dari harapan. Ia menyebut pembangunan kandang ayam, pengadaan 1.000 ekor bibit ayam pedaging, serta perlengkapan pendukung lainnya hingga April 2025 belum menunjukkan perkembangan berarti.

“Dana Desa seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tapi jika pengawasan dan perencanaannya lemah, maka tujuan pembangunan bisa tidak tercapai,” tegasnya.

Ia juga menyoroti rendahnya nilai upah tenaga kerja sehingga sang pekerja melaksanakan terpaksa karena rasa tanggung jawabnya pekerjaan sudah terlanjur ", belum lagi keterlambatan pasokan bahan sebagai faktor penghambat utama. Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan pencapaian sebagai Desa Mandiri, yang secara ideal mencerminkan kemandirian dan kemajuan ekonomi warga.

Jumadi juga mendesak pihak-pihak terkait—termasuk Camat Bengkalis, Inspektorat, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bengkalis—untuk turun tangan secara aktif mengawasi program kegiatan desa agar berjalan sesuai dengan perencanaan dan tepat sasaran.

“Jika mengacu pada indikator administratif, mungkin Desa Pengkalan Batang Barat layak menyandang status Desa Mandiri. Tapi realitanya di lapangan, khususnya dalam pelaksanaan program ketahanan pangan, menunjukkan masih banyak persoalan mendasar yang harus dibenahi,” ungkap jumadi

Ia menambahkan bahwa terhambatnya program ekonomi produktif berpotensi mengganggu kelanjutan prospek pembangunan desa serta berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga masyarakat Dalam konteks ini,

Terkait transparansi kiranya agar dapat di respon cepat dari Kepala Desa mau pun PJ yang menjabat sangat diperlukan.tentang

“Predikat Desa Mandiri seharusnya tidak hanya sebagai seremonial saja yang tercermin di atas kertas saja' tapi juga harus terlihat secara nyata dalam kehidupan di tengah masyarakat sehari-hari. Ketika informasi ini di sampaikan secara publik dan faktanya di lapangan berkata lain, maka evaluasi lah yang menjadi solusi secara menyeluruh menjadi suatu keharusan maka sesuai dengan ajuan masyarakat sebagai pemohon di pasal 52. UU nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik ,” tegas Jumadi **


Tag :

BENGKALIS – Desa Pengkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, dinobatkan sebagai juara pertama dalam penilaian Indeks Desa Membangun (IDM) 2024 tingkat Provinsi Riau. Penghargaan ini dianggap sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan desa dalam mendorong pembangunan berbasis partisipasi masyarakat dan pelayanan publik.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Pengkalan Batang Barat, Marvin Samudera, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja sama yang solid antara pemerintah desa dan masyarakat.

Menhub meninjau langsung Bandara Tuanku Tambusai

  Minggu, 5 Mei 2024 Rokan Hulu—Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan Bandara Tuanku Tambusai Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, pada Sabtu (4/5/2024). Dalam kunjungan itu, Menhub menyebut agar Bandara ...

Sekda Hadiri Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati Tahun 2023

 Rabu, 1 Mei 2024 Rokan Hulu—Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Muhammad Zaki S.STP,.M.SI, mewakili Bupati dalam sidang Rapat Paripurna yang menyoroti Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati ...

Sidang Korupsi BBM, 3 Saksi Beri Keterangan

Rokan Hulu–Sidang perkara korupsi pengadaan bahan bakar minyak pada Dinas Permukiman Kabupaten Rokan Hulu tahun anggaran 2019-2021 dengan terdakwa Heri Islami, mantan Kepala Dinas dan Josua Tobing, Direktur PT Esa ...

Rokan Hulu Terima SK Lokasi Penanganan Kumuh 2025, 

Posting by Admin

Rokan Hulu Terima SK Lokasi Penanganan Kumuh 2025, 

Rokan Hulu – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menerima Surat Keputusan (SK) Penetapan Lokasi Penanganan Kawasan Kumuh Tahun Anggaran 2025 dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Sumatra III. Senin (4/8/2025). Penyerahan SK ini langsung diberikan oleh Kepala Balai P3KP (Pelaksana



158 Kali